Memperoleh Surga Bawah Air pada Wakatobi

Air pirus calak mengundang. Ketika saya menyimak hamparan samudera yang tak terhingga di hadapan saya, hati saya berkibar karena kegembiraan dan ketakutan.

Apakah aku siap untuk snorkeling untuk pertama kalinya?

Dengan sirip yang sudah menyala & kacamata yang pas dipasang ke wajahku, aku mengetuk mata dan dengan berhati-hati menyelinap turun dari perahu dan masuk ke uap hangat di bawah. Uap terasa seperti sutra pada kulitku. Aku bisa merasakan ritme arus saat mereka mendorong tubuhku.

Aku benar-benar di bawah air tatkala aku membuka mataku sungguh lagi dan disambut sama sinar matahari lembut yang masuk. Dengan punggung aku ke arah kapal, aku melihat terumbu karang mula-mula saya di depan aku – banyak jenis susun dengan warna dan utama dan bentuk yang berbeda, seluruh area dipenuhi secara kehidupan. Saya benar-benar tercantol.

Saya menendang sirip aku dengan ringan dan membias sedikit lebih dekat. Ikan tropis kecil dalam di setiap warna yang dibayangkan padahal berenang masuk dan tampak dari celah-celah karang – muncul oranye dan kuning dan ungu dan bahkan pelangi meluncur dengan pelan di sepanjang. Bintang biru royal terikat erat pada bebatuan di dasar samudra. Warna cerah, pola yang mencolok, dan pemandangan pada sekitar saya adalah tampak.

Tiba-tiba, entah dari mana, tampaknya, beberapa ratus ikan muncul dan mulai menari di sekelilingku. Saya medapati diri saya mengelilingi manusia laut ini dan memuja-muja keindahan mereka. Itu tenang dan saya merasa bagai saya menyatu dengan samudra.

Karang yang saya jelajahi hari itu di Wakatobi terletak di tepi satu rak raksasa dan beberapa kali saya menemukan diri saya melayang keluar, menghindar dari karang berwarna-warni ke perairan biru yang pada. Di sinilah penyelam diturunkan dan menjelajahi. Ada mistikus yang tak terlukiskan mengenai kedalaman – makhluk luar biasa dan unik menunggu untuk dibuka, jumlah kontrol yang harus dimiliki seseorang pada sana.

Saya kemudian mengamati rekaman menyelam dari wilayah itu, kura-kura, bangkai bahtera, makhluk langsung dari The Twilight Zone – aneh untuk sedikitnya – & saat itulah saya terinspirasi untuk belajar cara menyelinap. Lain kali saya meleset ke Wakatobi, saya ingin tidak hanya menjelajahi terumbu dekat permukaan tetapi juga menjelajahi kedalaman misterius pada bawah ini.

Kemudian pada hari itu, setelah aku selesai snorkeling dan meleset ke kapal, saya mengisi wajah saya dengan banana goreng lezat yang disajikan segar di atas bahtera. Pisang goreng adalah santapan ringan khas Indonesia yang terbuat dari pisang goreng dan ditutupi dengan lumayan cokelat. Kemudian, dengan lambung yang bahagia, kami meleset ke resor, tempat pedesaan dan menawan yang terletak di pantai sebuah pulau tropis yang indah dengan melanjuti naik bus pariwisata murah. Hamba melanjutkan untuk menikmati rantau emas yang basah lepek dan menendang kembali secara minuman dingin.

Setelah beberapa kali petualangan snorkeling pada Wakatobi pada hari-hari berikutnya, petualangan ini tidak pernah hilang. Keajaiban yang aku saksikan di bawah permukaan akan selamanya terukir pada ingatan saya. Sementara aku hanya menjelajahi pulau Sedap(bau) Wangi kali ini, aku mendapati diri saya bermimpi tentang kembali ke wilayah ini untuk memeriksa beberapa pulau lainnya. Terletak pada Sulawesi Tenggara, Wakatobi dianggap memiliki beberapa tempat snorkeling dan scuba diving terbaik di dunia dan menghapuskan banyak lokasi bagus untuk pemula snorkeling hingga penyelam berpengalaman. Dengan lebih dari 900 spesies ikan & 750 spesies karang, lumba-lumba, kura-kura, paus, dan bervariasi kehidupan laut lainnya, dunia bawah laut di sini sangat. Saya tidak sabar untuk mendapatkan lisensi scuba diving saya sehingga lain kali saya kembali, aku bisa menjelajahi tempat menyelinap terkenal di Wakatobi juga dengan sewa bus pariwisata Jakarta nantinya.